Bagaimana peran Ayah dalam keluarga? Simak 4 Sikap yang harus dimilikinya

peran ayah dalam keluarga

Seorang ayah memiliki peran dalam keluarga sebagai peminpinya. Ayah memberikan sebuah pengaruh dalam sebuah keluarga. Seorang ayah bisa menjadi sebuah panutan atau idola untuk keluarga.

Sebenarnya bukan hanya seorang ayah yang berperan penting dalam perjalanan kehidupan suatu keluarga. Seorang ibu pun juga memiliki peran penting. Akan tetapi peran seorang ayah dan ibu memiliki porsinya masing-masing.

Pada artikel ini akan membahas peran dan tanggung jawab seorang ayah dalam suatu kehidupan berkeluarga. 

Harusnya semua peran ayah ataupun ibu terhadap anak khususnya tidak bisa digantikan oleh orang lain. Orang lain disini adalah pembantu rumah tangga. Tetapi hal itu masih dalam artian jika mampu.

Karena hal ini sangatlah berpengaruh terhadap ikatan antara satu anggota keluarga khususnya ayah terhadap seorang anaknya kedepannya kelak. Jangan sampai anak malah lebih kenal terhadap pembantu rumah tangganya daripada kepada sosok seorang ayahnya.

4 inti Tanggung jawab seorang ayah

Berikut ini adalah 4 tanggung jawab inti seorang ayah :

Menjadi seorang pemimpin dalam keluarga

Ketika seorang laki-laki menjadi sebuah kepala keluarga maka menjadi seorang pemimpin dalam kelaurganya adalah sebuah kewajiban untuknya.

Jadi harusnya seorang ayah dapat menjadi pemimpin yang baik untuk menjalankan sebuah kapal. Kapal disini diartikan sebagai keluarga.

Mencari nafkah untuk keluarganya

Selain menjadi pemimpin dalam sebuah keluarga. Seorang ayah juga wajib mencari nafkah untuk kehidupan keluarganya. Nafkah yang dicaripun harus halal sesuai kentuan dan aturan dalam agama Islam. Jalan mencari nafkahnya pun juga harus dengan benar. 

Sekarang ini banyak seorang ayah yang melalaikan tanggung jawabnya sebagai pencari nafkah. Dan banyak pula yang menggunakan cara instan untuk mendapatkan sebuah nafkah.

Mencarikan pendamping yang baik untuk anaknya  

Memang benar untuk jodoh adalah urusan dari Allah. Akan tetapi seorang ayah juga bisa menentukan mana yang terbaik untuk anaknya.

Memiliki sifat adil dalam sebuah keluarga

Jika seorang suami memiliki lebih dari satu istri dalam kehidupannya atau berpoligami atas persetujuan istri pertamanya. Maka hendaklah suami tersebut berlaku adil dalam semua hal. Termasuk dalam urusan anak-anaknya.

Tanggung jawab seorang ayah lainnya selain 4 tanggung jawab pentingnya 

Selain 4 tugas inti dari seorang ayah. Masih ada beberapa tugas pendukung lainnya yang harus dilakukan oleh seorang ayah. Berikut ini adalah tanggung jawab ayah terhadap keluarganya:

Seorang ayah harus bisa melindungi keluarganya jika keluarganya dalam keadaan terancam,

Jika keluarganya dalam keadaan bahaya seperti adanya seorang pencuri datang kerumah dan melakukan tindakan berbahaya untuk keluarganya. Harusnya seorang ayah bisa melindungi keluarganya dari mara bahaya tersebut. 

Selain mencari nafkah seorang ayah harus bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

Akan tetapi keluarganya harus mengimbanginya. Maksud mengimbangi disini adalah tidak melakukan pemborosan dan memiliki gengsi yang tinggi. Harus bisa menentukan mana kebutuhan dan keinginan.

Agar keuangan dalam keluarga bisa terkendali. Nah peran penting seorang ibu disini bisa untuk membantu seorang ayah. Jika ayah mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya. Maka bantuan seorang ibu dalam keluarga tersebut harusnya bisa mengelola keuangan dengan baik.

Seorang ayah harus bisa menjadi seorang yang dapat dicontoh oleh anaknya.

Karena anaknya akan meniru semua perbuatan yang dilakukan oleh seorang ayahnya. Maka hendaknya seorang ayah melakukan hal baik. Agar anaknya bisa menirukan semua kebaikan dari seorang ayahnya.

Bukankah ada pepatah berkata “buah jatuh tidak jauh dari pohonnnya” maka seorang anak akan melakukan sebuah tindakan yang dilakukan oleh seorang ayahnya.

Hal lainnya adalah seorang ayah juga harus memberikan waktu untuk keluarganya dalam keadaan sesibuk apapun.

Kebanyakan seorang ayah fokus untuk mencari nafkah untuk keluarganya hingga lupa akan waktu.

Efeknya adalah waktu untuk keluarganya jadi terganggu. Memang benar mencari nafkah adalah kewajiban seorang ayah, akan tetapi keluarga butuh figur seorang ayah, apalagi seorang anak. Pasti mereka butuh kasih sayang dari seorang ayahnya.

Selain itu ayah juga bisa bekerja sama untuk membantu ibu dalam mengurus buah hati anda. Seperti mengganti popok, mengemong atau membantu memberikan dan membuat mpasi buah hati anda saat memasuki umur 6 bulan.

Harusnya seorang ayah bisa menjadi tempat dimana seorang anak dan seorang istri membutuhkan tempat untuk cerita.

Selain menjadi telinga dalam sebuah keluarga ketika bercerita, seharusnya sosok seorang ayah juga bisa memberikan saran untuk setiap masalah yang dihadapi dalam keluarganya.

Kapan berhentinya atau batas akhir seorang ayah menafkahi anaknya ?

Memang benar tanggung jawab ayah dalam keluarganya salah satunya menafkahi keluarganya. Nafkah tersebut jika diperuntukkan untuk anaknya adalah berupa sandang, pangan dan papan.

Akan tetapi seorang ayah juga memiliki batas akhir dalam memberikan nafkah kepada seorang anaknya. Nah sebelum lebih dalam membahas kapan sih batas akhirnya, maka sifatnya memberikan nafkah kepada anak dari seorang ayah bagaimana sih sebenarnya ?

Seorang ayah memberikan nafkah kepada seorang anaknya ketika seorang anak dalam keadaan belum mampu. Belum mampu disini diartikan seorang anak masih kecil, masih bersekolah dan masih belum memiliki pekerjaan.

Maka bila seorang anak sudah bisa mencari nafkah sendiri dan dirasa penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Bisa dibilang tugas seorang ayah dalam menafkahi anak tersebut sudah usai. 

Pentingnya nafkah halal dalam keluarga 

Mungkin saat ini banyak sekali yang selalu menggunakan cara kuarang baik untuk mencari nafkah misalnya dengan cara cepat dan singkat. Hal ini dimungkinkan karena mungkin tidak adanya upaya untuk mencari nafkah dengan halal.

Seberapa kecilpun hasilnya harusnya didapatkan dengan halal. Karena jika kita atau seorang ayah mencari nafkah dengan keadaan haram dan memberikan nafkah kepada keluarga kita.

Maka semua itu akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Karena semua tindakan yang kita lakukan didunia ini bisa dalam pengawasan Allah. Mau seperti apapun caranya jika itu haram akan mendapatkan dampak.

Sebagai contoh adalah perbuatan korupsi. Mereka melakukan korupsi memang tidak ada orang yang tahu akan tetapi Allah mengetahuinya. Dan tindakan tersebut akan dipertanggung jawabkan pada akhirat nanti jika mereka yang melakukan koropsi atau mencari nafkah dengan cara haram tetap dilakukan.

Rasulullah Saw. juga telah menyampaikan ancaman terhadap orang-orang yang memakan harta yang haram.  

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya”. (HR Ahmad dan Ad Darimi).

Makadari itu seorang kepala keluarga harusnya memberikan nafkah dengan cara yang halal. Allah telah memberikan rejeki kepada umatnya. Tinggal bagaimana umatnya berusaha untuk mencarinya. Dan setiap usaha selalu tidak menghianati hasil.

Dengan adanya artikel ini kita jadi lebih tau tanggung jawab ayah kepada keluarganya, peran ayah kepada keluarganya, selesainya kewajiban seorang ayah memberikan nafkah kepada anaknya, dan yang tak kalah pentingnya adalah hukum dari memberikan atau mencari nafkah dengan cara haram untuk keluarganya. 

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.