Penyebab Mual Setelah Makan dan Cara Mengatasinya dengan Puasa

Penyebab Mual Setelah Makan dan Cara Mengatasinya dengan Puasa

Tentu anda pernah merasakan yang namanya mual. Mual ialah sebuah anggapan atau rasa tidak mengenakkan yang dirasakan oleh seseorang  yakni seperti rasa ingin muntah.

Perlu anda ketahui rasa mual ini merupakan salah satu tanda bahwa ada masalah atau gangguan dengan sistem pencernaan. Sehingga muncul rasa mual yang menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan anda.

Kondisi mual ini ada banyak sekali, salah satu yang akan kita bahas saat ini ialah mual setelah makan.

Makan tentu merupakan salah satu aktivitas yang mungkin anda nanti-nanti, contohnya saja ketika bekerja dari pagi hingga siang hari anda tentu merasa lapar ketika waktu makan siang pasti sangat ditunggu-tunggu.

Karena sama-sama kita ketahui makan ialah kebutuhan manusia yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Agar selalu sehat dan memiliki energi tentu kita butuh yang namanya makan.

Aktivitas makan yang ditunggu-tunggu tentu akan menjadi menyebalkan atau merusak mood ketika muncul rasa mual baik itu sebelum makan atau setelah makan.

Tidak sedikit orang yang mengalami kondisi ini, munculnya rasa tidak enak alias mual setelah selesai makan. Beberapa orang beranggapan mungkin karena makan terlalu banyak sehingga menyebabkan mual.

Namun ternyata orang yang makannya sedikit juga pernah mengalami yang namanya mual setelah makan. Kondisi ini terkadang diikuti oleh gejala lainnya seperti air liur yang diproduksi terlalu berlebihan, perut sakit, dan pusing.

Nah, agar lebih jelas kita akan membahas secara rinci apa yang menyebabkan mual setelah makan ini. Yuk simak informasinya dibawah ini.

Keracunan Makanan

Salah satu yang menyebabkan anda merasa mual setelah makan ialah bahwa makanan yang dikonsumsi telah terkontaminasi bakteri, kuman, parasit, dan virus yang menyebabkan anda sakit.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Jika makanan yang dikonsumsi tidak ditangani atau tidak diolah dengan benar seperti tidak benar dalam memilih bahan makanan, proses memasak hingga penyajian yang tidak benar atau malah tidak sehat.

Ketika seseorang terserang keracunan makanan biasanya gejala muncul dalam hitungan jam seusai mengkonsumsi makanan tersebut. Namun ada juga yang baru muncul sehari atau seminggu setelah konsumsi makanan yang mengandung bakteri atau kuman tersebut.

Rata-rata gejala umumnya ialah ditandai dengan mual, sakit perut, nyeri pada perut, mual setelah makan, dan kram pada perut.

Alergi Makanan

Masing-masing orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda dan juga daya tahan tubuh seseorang juga tidak sama dengan yang lainnya. Sehingga tidak heran ada beberapa orang yang mempunyai alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu.

Saat mengkonsumsi makanan yang memang menjadi pemicu alergi anda, maka pada saat itu yang terjadi ialah sistem kekebalan tubuh anda akan mengeluarkan histamin dan zat kimia lainnya.

Nah, zat-zat kimia itulah yang memicu gejala alergi seperti gatal pada bibir atau mulut dan juga rasa mual.

Kehamilan

camylla-battani- unsplash

Bagi anda yang sedang menunggu kehadiran buah hati atau menanti-nanti masa kehamilan salah satu tanda awal seseorang hamil ialah rasa tidak nyaman alias mual.

Namun menurut penelitian mual ini terjadi pada bulan kedua kehamilan. Penelitian tersebut juga mengungkapkan penyebab mual dan muntah yang terjadi pada masa kehamilan itu karena perubahan kadar hormon yang terjadi pada wanita hamil.

Hal ini biasa terjadi pada wanita hamil jika muntah ataupun mual setelah makan.

Tidak hanya setelah makan saja, terkadang bau makanan tertentu sudah membuat seorang wanita hamil mual bahkan muntah-muntah.

Anda tidak perlu khawatir kondisi ini tidak akan berlangsung lama dan tidak akan mengganggu kesehatan janin.

Stres atau Kecemasan Berlebihan

img: pixabay

Ilmiah telah membuktikan bahwa emosi manusia bisa mempengaruhi fungsi tubuh secara signifikan.

Dimana akan ada hormon dan mediator kimia yang dilepaskan sehingga memicu rasa gelisah yang kemudian menyebabkan kehilangan selera makan.

Apabila dipaksakan makan maka perut akan menolak secara alami yakni dengan terjadinya mual atau muntah.

Jadi stres dan cemas yang berlebihan memang sangat mempengaruhi fungsi organ anda, salah satunya yakni organ pencernaan.

Gangguan Pencernaan atau Dispepsia

Masalah yang satu ini memang mempunyai gejala yakni menimbulkan rasa mual setelah makan. Hal ini disebabkan oleh terlalu banyak dan juga sering mengkonsumsi makanan yang berlemak serta banyak mengandung minyak.

Tidak hanya itu mengkonsumsi minuman yang berkarbonasi juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Namun dalam kasus lain gangguan pencernaan ini juga disebabkan oleh kanker perut dan batu empedu.

Nah, diatas adalah hal yang menyebabkan muntah atau mual setelah makan. Tentu anda mulai bertanya-tanya, bagaimana cara mengatasi kondisi ini.

Ada beberapa cara yang mungkin bisa anda coba lakukan untuk mengatasi rasa mual setelah makan ini.

Puasa

Anda bisa mencoba dengan rutin melakukan puasa. Dalam agama Islam ada puasa satu bulan penuh yakni di bulan Ramadhan.

Anda bisa memanfaatkan ini untuk menyembuhkan berbagai penyakit pencernaan yang dialami dan mual setelah makan. Puasa adalah salah satu obat yang manjur untuk mengatasi masalah pencernaan seperti tukak lambung, asam lambung, dan maag.

Karena ketika kita berpuasa pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi juga teratur. Hal ini bahkan sudah diteliti oleh beberapa pakar kesehatan, bahwa berpuasa adalah salah satu alternatif pengobatan masalah pencernaan yang bagus.

Kontrol Porsi Makan

court-cook-unsplash

Jika biasanya anda makan sebanyak tiga kali dalam sehari dan porsi makannya besar. Sebaiknya sekarang ganti pola makan anda dengan porsi makan yang sedikit-sedikit namun sering.

Makan Perlahan

Ingat makan jangan tergesa-gesa, makanlah dengan perlahan. Kunyah makanan anda hingga lumat dan jangan hindari langsung menelan makanan tanpa mengunyah.

Dalam adab Islam dianjurkan untuk mengunyah makanan sebanyak 33 kali, hal ini tentu akan membantu pekerjaan lambung anda ketika mengolah makanan.

Jeda setelah makan

priscilla-du-preez-unsplash

Ketika anda selesai makan sebaiknya jangan langsung beraktivitas, biarkan makanan tersebut dicerna dengan baik oleh lambung.

Istirahatlah sejenak dengan duduk jangan rebahan apalagi tidur.

Kontrol Konsumsi Makanan Tertentu

Hindari mengkonsumi makanan dan minuman yang dapat memicu GERD. Seperti makanan berlemak, berminyak, makanan pedas, dan minuman yang bersoda.

Sebaiknya batasi konsumsi minuman keras atau alkohol. Sebaiknya jangan lagi konsumsi karena sangat membahayakan pencernaan anda.

Jika mual setelah makan disebabkan oleh alergi makanan, maka hindari konsumsi makanan yang memicu alergi anda.

Setelah mengetahui beberapa penyebab rasa mual setelah makan dan bagaimana cara mengatasinya, terlihat diatas bahwa ada yang kasus normal jika mengalami mual seusai makan seperti kehamilan.

Akan tetapi jika rasa mual terus terjadi dan anda mulai merasa khawatir maka sebaiknya periksakan kesehatan ke dokter. Anda bisa mengunjungi dokter jika gejala berikut mulai terjadi :

  • Muncul rasa nyeri pada dada saat mual setelah makan
  • Anda mulai terserang diare selama beberapa hari
  • Terserang demam tinggi lebih dari 30 derajat celcius
  • Sakit perut yang sudah tidak lagi bisa ditahan
  • Terus-terusan muntah
  • Terdapat darah ketika anda muntah, baik itu darah segar ataupun darah kehitaman

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.