Panduan Lengkap: Manfaat Teh, Jenis, Cara Penyajian Serta Efek Samping Teh Bagi Tubuh Anda

Alam ini menyediakan banyak sekali bahan-bahan alami yang memiliki manfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah teh. Manfaat teh ini sudah dikenal lama sejak berabad lalu di China, dan kaya manfaat.

Teh tersebut memiliki banjak jenisnya seperti.

  • Teh hijau
  • Teh hitam
  • Teh rosella
  • Teh oolong
  • Teh chamomile, dll

Salah satu jenis Teh yang paling terkenal adalah teh hijau. Lantas Apa manfaat kesehatan dari teh hijau? Simak pembahasannya sebagai berikut.

Manfaat kesehatan teh hijau

Teh hijau memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut ini.

Mengurangi nafsu makan

Berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Chicago terhadap objek penelitian berupa tikus,

diketahui bahwa tikus tersebut bisa kehilangan nafsu makan hingga 60% sesudah disuntikkan ekstrak teh hijau setiap harinya selama jangka waktu satu minggu. Terdapat juga reaksi gula darah yang ada dalam tubuh terhadap teh hijau

Mengurangi penyerapan lemak

Manfaat lain dari teh hijau ialah mampu untuk mencegah penyerapan lemak dalam tubuh. Kandungan zat Katekin dalam teh hijau yang cukup banyak bisa mencegah perubahan glukosa untuk diubah menjadi sel lemak. Teh hijau juga dapat membuat agar glukosa memperlambat peningkatan gula darah sesudah makan, dan juga mencegah naiknya insulin yang dapat mengakibatkan penimbunan lemak.

Meningkatkan metabolisme Tubuh

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa  ekstrak teh hijau sangat efektif untuk peningkatan energi dalam tubuh. Hal ini juga bisa dirasakan setelah meminum teh hijau, maka akan timbul rasa segar bugar pada tubuh dan fit. Sesudah dikonsumsi selama 24 jam, maka ekstrak teh hijau dapat meningkatkan metabolisme hingga sekitar 4%. Semua itu dikarenakan terdapat tingginya konsentrasi Katekin polifenol, dan antioksidan yang terkandung dalam teh hijau. Senyawa tersebut, membuat intensitas oksidasi lemak dan juga termogenesis, atau tingkat jumlah kalori yang mampu dibakar oleh tubuh pun bisa meningkat.

Nutrisi Kandungan teh hijau

Teh hijau memiliki komposisi kandungan yang antara lain terdiri dari 8.35% kafein, dan 24,7% Katekin, yang sekitar 70% nya ialah berupa epigallocatechin gallate atau EGCG. Pada satu gelas seduhan teh hijau maka akan terdapat kandungan sekitar 300 mg hingga 400 mg senyawa polifenol yang sekitar 100 mg hingga 200 mg diantaranya ialah merupakan kandungan EGCG yang sangat efektif untuk pemicu penurunan berat badan. 

Jenis teh hijau

Teh hijau juga memiliki banyak jenis-jenisnya. Jika berdasarkan bentuknya maka ada teh hijau bentuk daun kering, atau teh hijau dalam kemasan sachet celup, atau teh hijau bentuk bubuk. Sedangkan berdasarkan proses dan bahannya maka teh hijau terdiri dari berbagai jenis berikut ini.

Gyokurocha

Teh hijau jenis Gyokuro apabila diseduh maka akan berwarna hijau jernih. Teh hijau jenis ini diambil dari ujung daun teh. Gyokurocha rasanya kurang pahit karena memiliki kandungan tanin serta kafein yang rendah. Daun teh hijau nya dipetik pada saat masih muda. Gyokuro ini merupakan

teh pilihan dari daun teh kelas atas yang disebut sebagai Tencha. Teh jenis ini disebut Gyokuro dikarenakan oleh warna hijau pucat yang keluar dari daun tehnya. Daun teh tersebut dilindungi dari paparan sinar matahari sehingga lantas bisa memiliki aroma yang sangat harum.

Sencha atau Green Tea Pan fired

Sencha akan menghasilkan warna hijau yang terang pada saat diseduh. Berbeda dengan Gyokurocha, maka Sencha ini memiliki kandungan kafein dan juga tanin yang lebih banyak. Disisi harga, maka harga teh Sencha ini bisa lebih murah daripada harga teh hijau jenis Gyokurocha. atau Sencha. Teh jenis ini diproses dengan cara dipanggang, sehingga lantas memiliki rasa yang lebih pahit dari jenis teh hijau yang lainnya. Teh ini biasanya diolah dengan cara disangrai dengan steril lalu setelah dingin kemudian dikemas dan lalu dipasarkan. Teh ini mampu memberi manfaat maksimal dalam program diet, karena cukup efektif untuk meluruhkan lemak serta melancarkan metabolisme tubuh.

Bancha

Jenis teh hijau Bancha ini ketika diseduh akan menghasilkan warna kecoklatan keemasan. Teh Bancha ini terbuat dari ranting lunak tanaman teh hijau yang akan membuat rasanya menjadi lebih pahit dan cenderung lebih kuat. Dari segi harga maka harga teh Bancha itu lebih murah jika dibandingkan dengan harga teh hijau jenis Sencha dan teh hijau jenis Gyokurocha.

Matcha

Lalu ada jenis teh hijau Matcha  yang sudah sangat populer di Indonesia dan biasanya  bentuknya berupa teh bubuk berwarna hijau muda terang. Teh hijau jenis matcha pure ini ketika diseduh memberi rasa pahit yang tipis yang baru akan terasa di lidah belakang pada saat tiap diteguk. Dikarenakan prosesnya dengan cara dikeringkan maka daunnya akan langsung hancur dan membentuk bubuk.

Bubuk teh hijau matcha ini yang paling sering digunakan untuk menambah cita rasa masakan berbagai kue atau minuman. Teh hijau matcha ini juga menjadi salah satu jenis teh hijau yang direkomendasikan untuk yang program diet.

Hal ini karena teh hijau Matcha memiliki konsentrasi Epigallocatechin Gallate atau EGCG ataupun yang juga disebut sebagai polifenol, yang cukup tinggi. Fungsi polifenol ialah untuk menangkal radikal bebas sehingga akan sangat baik juga digunakan sebagai upaya preventif guna mencegah timbulnya penyakit kanker.

Green Tea Steamed

Jenis teh hijau yang lainnya ialah green tea steamed, yang dibuat dengan proses pengukusan secara optimal. Dengan demikian maka green tea steamed akan memiliki tekstur rasanya yang lebih ringan, dan akan menimbulkan rasa yang unik  mirip rasa gurih rumput laut pada tiap kali meminum seduhan green tea steamed tersebut. Konsumsi secangkir premium green tea steamed setiap kali Anda merasa ingin untuk memakan cemilan tidak sehat yang tinggi garam. Teh jenis ini memberi efek mengenyangkan dengan lebih lama dan juga bagus untuk pencernaan.

Genmaicha

Lalu ada juga teh hijau Genmaicha, yang berbeda dengan matcha. Teh hijau Genmaicha ini rasanya unik karena dalam proses pembuatannya dicampur dengan biji beras merah yang disangrai bersama dengan daun teh hijaunya. Sehingga memiliki rasanya yang lebih kaya dan bervariasi. Campuran biji beras pada minum Genmaicha juga akan membantu Anda bisa merasa lebih kenyang dengan lebih lama. Teh jenis ini juga memasok kebutuhan kolagen pada tubuh yang sangat diperlukan untuk menjaga elastisitas kulit. Bagi ibu hamil yang ingin mencegah timbulnya stretch mark maka bisa secara rutin untuk meminum Genmaicha ini selama masa kehamilannya. Dengan elastisitas kulit terjaga yang dengan baik, maka penuaan dini juga dapat dicegah. Genmaicha ini tanpa kafein, dan jika diseduh akan menghasilkan warna kuning keemasan.

Efek samping dan risiko teh hijau

Meski memiliki banyak manfaat, namun sebaiknya minum teh hijau dibatasi yakni maksimal 3 cangkir teh sehari. Jika berlebihan minum teh hijau maka akan bisa menimbulkan rasa pusing, muntah, sembelit dan diare selain sakit kepala, kafein yang ada di dalamnya juga bisa membuat sulit tidur. Teh hijau juga kurang dianjurkan bagi penderita darah tinggi dan jantung, juga jika campuran gulanya berlebihan maka kurang bagus juga bagi penderita diabetes.

Teh hijau jika dikonsumsi dengan benar akan mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh.

Apa Manfaat Kesehatan dari Teh Hitam?

Tidak hanya sedap, teh hitam juga memiliki banyak khasiat. Tidak heran teh ini menjadi salah satu jenis teh yang paling digemari. Inilah 10 manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi teh hitam.

Manfaat teh hitam

Teh hitam kerap direkomendasikan pakar kesehatan. Hal ini tidak mengherankan karena teh hitam memiliki banyak manfaat. Berikut contohnya.

Meningkatkan sistem imunitas tubuh

Teh hitam mengandung antigen jenis alkylamines. Zat ini dapat menambah kekebalan tubuh. Dalam teh hitam juga terkandung tanin yang dapat mencegah penyakit menular karena infeksi virus.

Melindungi sistem pencernaan

Tanin dan fitokimia dalam teh hitam dapat melancarkan buang air besar. Kedua zat tersebut juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Mengandung antioksidan

Polifenol yang terdapat dalam teh hitam adalah sebuah antioksidan yang ampuh untuk menjaga tubuh dari radikal bebas. Jadi, teh hitam bisa membuat Anda awet muda dan panjang umur.

Menjaga kesehatan mulut

Polifenol juga dapat mengatasi bakteri di dalam mulut. Bakteri dapat menyebabkan gigi berlubang, plak, dan infeksi lainnya.

Melindungi tulang dan gigi

Fitokimia juga dapat memperkuat tulang dan gigi. Senyawa ini dapat mengurangi risiko penyakit seperti arthritis.

Menjaga kesehatan jantung

Teh hitam pun ampuh untuk melindungi jantung. Menurut penelitian, mengonsumsi teh hitam setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke hingga 20 persen. Hal ini disebabkan karena teh hitam mampu mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

Mencegah diabetes

Minum teh hitam secara rutin tanpa gula dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2. Menurut studi dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, teh hitam dapat menurunkan gula darah setelah Anda makan.

Mengurangi risiko kanker

Polifenol jenis catechin yang terdapat di teh hitam juga dapat mencegah beberapa jenis kanker. Contohnya kanker rahim dan kanker kulit.

Meningkatkan konsentrasi

Teh hitam mengandung kafein. Dosisnya tidak sebesar dalam kopi, tetapi cukup untuk meningkatkan fokus dan kewaspadaan Anda. Teh hitam juga mengandung theanine, sejenis asam amino yang dapat memicu otak agar berkonsentrasi.

Memelihara kesehatan mental

Teh hitam mempunyai efek menenangkan dan meredakan stres. Minumlah teh hitam secara rutin agar kesehatan mental Anda terjaga.

Nutrisi yang terdapat pada teh hitam

Mengapa teh hitam mempunyai banyak sekali manfaat kesehatan? Tentunya karena teh hitam memiliki kandungan nutrisi yang baik.

Dalam 100 ml teh hitam tanpa gula, terdapat 2 kalori, 0,3 g karbohidrat, dan 20 mg kafein. Terdapat juga mineral yang bermanfaat untuk melindungi tubuh yaitu 3 mg natrium, 3 mg magnesium, dan 37 mg kalium. Sedangkan tidak ada kolesterol sama sekali.

Selain zat-zat di atas, teh hitam mengandung banyak senyawa berkhasiat lainnya. Contohnya polifenol yang dapat melawan radikal bebas, antigen untuk menunjang sistem imunitas tubuh, dan tanin serta fitokimia yang dapat memperkuat tubuh dan melindungi Anda dari berbagai penyakit.

Cara penyajian teh hitam

Setelah mengetahui manfaat kesehatan teh hitam, apakah Anda tertarik untuk mengkonsumsinya? Minum teh hitam secara rutin bisa membantu meningkatkan kesehatan. Tentunya harus dibarengi dengan makan makanan bergizi secara teratur, berolahraga, dan menjalani pola hidup sehat.

Anda bisa mengikuti beberapa cara ini untuk menyajikan teh hitam.

Cara menyeduh teh hitam

Bahan:

  • 1 sendok teh daun teh hitam
  • 150 – 200 ml air
  • Tambahan: susu, gula, atau madu (tidak wajib)

Cara membuat:

  • Tempatkan 1 sendok teh daun teh hitam ke dalam teko.
  • Tuangkan air ke dalam teko.
  • Seduh teh selama 3 – 5 menit.
  • Tuangkan teh melalui saringan.
  • Teh siap dihidangkan. Anda bisa menambahkan susu, gula, atau madu agar teh lebih manis.

 Teh hitam lemon

Bahan:

  • 1 sendok teh daun teh hitam
  • 1/2 sendok teh kulit lemon kering
  • 1/2 sendok teh biji ketumbar
  • Air secukupnya
  • Irisan lemon
  • Gula

Cara membuat:

  • Masukkan semua bahan ke dalam teko.
  • Seduh dengan air hingga mendidih.
  • Letakkan irisan lemon dalam cangkir.
  • Tuangkan teh ke dalam cangkir melalui saringan.
  • Teh siap disajikan, bisa ditambahkan gula agar lebih manis.

Teh chai India

Bahan:

  • 2,5 gelas air
  • 1 cangkir susu
  • 3 kantong teh hitam
  • 3 buah kapulaga, ditumbuk
  • 2 merica hitam utuh, ditumbuk
  • 1/2 inci kayu manis tongkat
  • 1/8 sendok teh bubuk jahe (tidak wajib)
  • 2 siung
  • Gula untuk tambahan

Cara membuat:

  • Panaskan air hingga mendidih dengan api sedang.
  • Saat air mulai mendidih, tambahkan kapulaga, merica, kayu manis, cengkeh. Bisa juga memasukkan jahe.
  • Biarkan mendidih selama 2 – 3 menit.
  • Tambahkan susu kemudian kantong teh.
  • Biarkan mendidih selama 4 – 5 menit.
  • Saring teh.
  • Teh siap dinikmati. Bisa juga ditambahkan gula sesuai selera.

Apakah ada resiko mengkonsumsi teh hitam?

Segala sesuatu yang baik sekalipun, jika terlalu banyak ataupun terlalu sedikit, dapat menyebabkan dampak yang kurang baik. Begitu juga dengan teh. Walaupun baik jika diminum secara teratur, ternyata ada efek samping jika Anda terlalu banyak mengonsumsi teh hitam. Berikut beberapa risiko yang harus Anda waspadai.

Ketergantungan

Teh hitam memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi. Walaupun tidak setinggi kopi, namun kafein dalam teh hitam lebih banyak dibandingkan dengan teh lainnya. Secangkir teh hitam mengandung sekitar 50 mg kafein.

Kebiasaan mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak dapat menyebabkan ketergantungan. Kecanduan kafein dapat menyebabkan Anda kesulitan berkonsentrasi, merasa lemas, atau sakit kepala jika berhenti minum kafein.

Perasaan cemas dan susah tidur

Minum teh hitam dalam dosis kecil memang bisa menenangkan. Namun jika terlalu banyak, Anda akan berisiko mengalami hal yang sebaliknya. Hal ini masih disebabkan oleh kandungan kafein dalam teh hitam.

Bisa saja Anda mengalami jantung berdebar-debar, kepala pusing, atau malah tremor. Beberapa orang juga akan mengalami perasaan cemas dan sulit tidur. Bahkan kelebihan kafein dapat membuat Anda bangun secara mendadak di tengah malam.

Anemia

Menurut penelitian, mengonsumsi teh hitam dalam jumlah banyak dapat memicu anemia. Penyebabnya adalah tanin dalam teh hitam yang dapat menghambat proses penyerapan zat besi oleh tubuh hingga 60%.

Osteoporosis

Agar tulang tetap sehat, kita membutuhkan asupan kalsium yang cukup. Namun, kalsium dapat terbuang dari tubuh lewat buang air kecil. Dengan kadar kalsium yang berkurang, tulang menjadi rapuh sehingga risiko terpapar osteoporosis meningkat.

Lalu, apa hubungannya dengan teh hitam? Teh memiliki sifat diuretik. Artinya, teh menstimulasi ginjal untuk memproduksi urin. Akibatnya, minum teh terlalu sering dapat membuat kita sering ke belakang untuk buang air. Hal ini akan meningkatkan jumlah kalsium yang terbuang dari tubuh.

Demikianlah berbagai manfaat kesehatan dari teh hitam. Bagaimana, sudahkah Anda berminat untuk minum teh hitam secara rutin? Selamat mencoba, semoga bermanfaat!

Apa manfaat kesehatan dari teh rosella?

Teh rosella berasal dari tanaman jenis Hibiscus yang menjadi salah satu tanaman yang menarik perhatian para pecinta minuman dan teh herbal. Produk teh rosella sendiri dinilai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan diyakini merupakan produk farmakologi yang bernilai ekonomis tinggi.

Manfaat teh rosella

Teh rosella memiliki manfaat yang beragam untuk kesehatan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan manfaat teh rosella berikut ini.

Sebagai antibakteri

Ekstrak yang dihasilkan dari rosella dapat menghambat bakteri-bakteri dalam tubuh manusia. sebut saja bakteri jenis Streptococcus yang biasanya hidup dalam rongga mulut manusia. selain pada manusia, ekstrak rosella juga menjadi antibakteri pada binatang ternak, di antaranya adalah unggas, sapi, dan babi.

Mencegah penyakit kanker

Teh rosella dipercaya dapat mencegah kanker karena adanya kandungan ataupun zat-zat penangkal kanker yang dihasilkan oleh tanaman tersebut.

Mengurangi obesitas

Obesitas kerap kali menjadi salah satu permasalahan yang dapat menjadi trigger bagi penyakit lain seperti stroke. Konsumsi teh rosella dapat mengurangi obesitas karena adanya kandungan antioksidan polifenol juga flavonoid. Kandungan antioksidan tersebut dapat menghambat penumpukan jaringan lemak dalam tubuh.

Mencegah peradangan (antiinflamasi)

Menurut hasil penelitian, ekstrak kelopak bunga rosella dapat menghambat peradangan mencapai 31,93%. Senyawa penghasil anti inflamasi tersebut dihasilkan oleh senyawa polifenol. BPOM-RI sendiri melaporkan bahwa senyawa polifenol pada ekstrak rosella dapat menghambat enzim ksantin oksidase, nitrat, dan menurunkan tingkat patologi pada sampel yang diujikan.

Baik untuk penderita diabetes

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena ketidakmampuan tubuh menghasilkan senyawa insulin yang memadai, dengan ciri tingginya kadar gula dalam darah. Salah satu kandungan dalam ekstrak rosella yang dapat mengurangi penyakit diabetes adalah antosianin. Senyawa ini dapat menstimulasi insulin yang dihasilkan dalam tubuh.

Mengatasi masalah pencernaan

Anda yang mengalami masalah konstipasi atau sembelit dapat mengonsumsi teh rosella. Kandungan serat yang tinggi tersebut dapat menghindarkan Anda dari berbagai gangguan seputar pencernaan. Serat pada teh rosella dapat melancarkan saluran pencernaan sehingga buang air besar Anda lancar.

Dapat menangkal radikal bebas

Teh rosella memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang mana baik sebagai penangkal radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dengan jumlah berlebih pada tubuh dapat membuat kerusakan pada beberapa bagian organ tubuh bahkan hingga penyakit kronis. Penuaan dini menjadi salah satu dampak akibat radikal bebas yang berlebih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian kalik atau kelopak bunga yang dijadikan sebagai teh tersebut, tanaman rosella memiliki kandungan antioksidan terbesar dibanding bagian tanaman yang lain, yaitu biji, daun, dan batang.

Baik bagi penderita penyakit kardiovaskuler

Jika Anda mengalami gangguan kardiovaskuler, teh rosella menjadi pilihan minuman herbal yang bisa Anda pertimbangkan untuk kesehatan Anda. Gangguan kardiovaskuler sendiri merupakan penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah maupun jantung, di antaranya adalah hipertensi, diabetes, stroke, dan sebagainya.

Penelitian teh rosella pada penderita hipertensi sendiri dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 15,32 mmHg, dan tekanan darah diastolik mampu turun sebesar 11,29 mmHg.

Manfaat tersebut di atas tentunya akan lebih tepat guna jika dibarengi dengan pola hidup yang sehat, olahraga rutin, dan konsumsi makanan yang bergizi lainnya.

Nutrisi yang terdapat pada teh rosella

Pada teh rosella, bagian yang digunakan adalah bagian kalik atau kelopak bunganya. Warna yang dihasilkan pada kaliks rosella berbeda-beda satu sama lainnya, tergantung pada jenis varietas rosella yang ditanam,

Kandungan vitamin C pada 100 gram teh rosella cenderung tinggi yaitu memiliki kisaran 260-280 mg. Ini lebih tinggi 9 kali lipat dibandingkan dengan kandungan vitamin C yang ada pada jeruk sitrus dan 10 kali lipat lebih tinggi daripada vitamin C yang ada pada belimbing. Selain vitamin C, vitamin lain yang tinggi yaitu vitamin A, vitamin D, dan vitamin B2, B3, dan B9.

Kalsium yang dihasilkan oleh teh rosella sendiri tiap 100 gramnya diperoleh sekitar 486 mg. Kandungan-kandungan lain yaitu adanya magnesium, seng, natrium, kalium, fosfor, omega-3, β-karoten, potassium, asam lemak esensial, dan kandungan serat yang tinggi sehingga orang-orang percaya bahwa mengkonsumsi teh rosella dapat melancarkan sistem pencernaan juga menurunkan kolesterol dalam darah.

Selain pada nutrisi, kandungan fitokimia menjadi penting untuk dipertimbangkan ketika mengonsumsi teh rosella ini, apalagi yang tujuannya kesehatan. Kandungan fitokimia adalah zat kimia yang secara alami terdapat pada tumbuhan, yang dikenal luas lebih kepada manfaatnya bagi kesehatan.

Pada kelopak bunga rosella, terkandung senyawa alkaloid, flavanoid, fenol hidroquinon, steroid, triterpenoid, tanin, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebutlah yang berguna sebagai antioksidan dan antibakteri ketika dikonsumsi pada tubuh manusia.

Cara penyajian teh rosella

Setelah bunga rosella dipanen, kemudian dikeringkan dengan cara-cara tertentu, baik pengaturan suhu maupun metode penjemurannya.

Cara penyajian teh rosella sama seperti cara menyeduh jenis tanaman teh lainnya, yaitu cukup diseduh dengan air panas dan tunggu sekitar 5 menit untuk kemudian disaring airnya.

Anda yang tidak memiliki tanaman rosella sendiri di rumah tidak perlu khawatir, Anda dapat menemukan berbagai produk teh rosella yang dijual di pasaran dengan mudah.

Apakah ada resiko mengkonsumsi teh rosella?

Sebagian orang mungkin mengalami beberapa kondisi ketika mereka mengonsumsi teh rosella untuk pertama kalinya. 

eh rosella dikenal sangat baik dalam mengatasi masalah pencernaan. Kandungan vitamin C-nya yang tinggi itulah yang dapat menyebabkan reaksi pada tubuh ketika dikonsumsi.

Reaksi umum yang sering dialami ketika mengkonsumsi teh rosella adalah masalah pencernaan atau diare. Efek diare yang ditimbulkan ketika mengkonsumsi teh ini sebenarnya karena adanya proses detoksifikasi pada pencernaan.

Selain masalah pencernaan, ada pula masalah alergi seperti gatal-gatal dan ruam pada kulit, jantung berdebar, pusing dan berkeringat dingin. Kadar vitamin C yang tinggi tersebut juga dapat menimbulkan masalah pada ginjal dan hati. Risiko konsumsi teh rosella berlebih lainnya dapat juga menimbulkan efek halusinasi yang dapat mengganggu aktivitas.

Untuk menghindari resiko negatif yang ditimbulkan dari konsumsi teh rosella, sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut ini.

  • Perhatikan jumlah takaran penggunaan. Ketika mengonsumsi teh rosella, Anda hanya dianjurkan mengkonsumsinya sekitar 1,5 – 3 gram per harinya dalam 1-2 cangkir teh.
  • Ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan untuk mengonsumsi teh rosella, karena dikhawatirkan akan berpengaruh kepada kondisi janin ataupun bayinya.
  • Konsumsi teh rosella bersamaan dengan obat-obatan lain sangat tidak dianjurkan. Hal ini dikhawatirkan akan terjadi reaksi akibat interaksi obat-obatan dengan kandungan dalam teh rosella.

Jika ada gejala-gejala yang mengganggu setelah Anda mengonsumsi teh rosella, sebaiknya periksakan segera ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan dan rekomendasi yang tepat. Sekian informasi dan pembahasan mengenai teh rosella. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment