Lebih Praktis, 4 Makanan Ini Dapat Beracun Saat Dipanaskan Kembali

Bagi sebagian orang, memasak sangat menyita waktu dan tenaga. Terutama Anda yang bekerja kantoran, memasak bisa jadi sangat menyulitkan dan tidak menyenangkan. Karena itu sebisa mungkin Anda harus memilih jenis bahan makanan yang praktis, mudah dimasak dan dapat dihangatkan untuk dikonsumsi pada waktu makan berikutnya.

Sayangnya kebiasaan menghangatkan makanan ini ternyata cukup berisiko membuat tubuh tidak sehat. Berikut 4 jenis makanan yang tidak disarankan untuk dipanaskan sekaligus alasannya.

Nasi putih sisa yang dipanaskan, memicu pertumbuhan spora

nasi putih yang dipanaskan

Memanaskan nasi sisa dilakukan hampir sebagian besar orang, terutama ibu rumah tangga. Meski saat ini telah tersedia penanak nasi elektronik, namun kebiasaan memanaskan nasi sisa sulit untuk dihilangkan.

Padahal saat Anda memanaskan nasi sisa, pertumbuhan spora tidak dapat dihindari. Parahnya saat nasi kembali dingin, spora yang telah tumbuh tadi semakin menyebar dan jumlahnya lebih banyak. Risiko terkena diare hingga muntah-muntah sangat besar saat Anda mengkonsumsi nasi tersebut. Jangan sampai seseorang yang imunya tidak baik atau ibu hamil mengomsumsinya karena akan berdampak lemas dan dehidrasi karena kekurangan cairan akibat diare

Seorang ahli mikrobiologi. Martin Goldberg menjelaskan bahwa memanaskan nasi kembali sangat tidak disarankan. Pasalnya saat dipanaskan, nasi dapat memicu pertumbuhan Bacillus cereus. Bakteri ini akan bertahan di dalam nasi bahkan saat Anda memanaskannya. Hal yang sama juga dikatakan Standard Food Agency, bahwa proses penyimpanan nasi yang tidak baik setelah memasak dapat memicu pertumbuhan bakteri. Saat dipanaskan kembali, bakteri yang ada di dalam nasi akan bertahan dan berkembang biak.

Kandungan protein ayam, akan berubah saat dipanaskan

Kandungan protein ayam, akan berubah saat dipanaskan
img: healthyrecipesblogs.com

Ayam menjadi pilihan makanan dengan kandungan protein tinggi yang cukup murah dibandingkan daging merah. Namun mengolah makanan dengan kandungan protein tinggi harus dilakukan dengan hati-hati. Saat Anda salah memasak ayam, kandungan protein yang ada di dalamnya akan rusak dan berbahaya bagi kesehatan. Memanaskan ayam setelah dimasak menjadi kebiasaan yang tidak mudah untuk dihilangkan, terutama di Indonesia.

Sayangnya memanaskan ayam ini berisiko membuat kandungan protein yang ada di dalamnya berubah. Perubahan ini memicu masalah kesehatan pencernaan yang cukup berbahaya. Jika Anda terpaksa harus memanaskannya, sebaiknya gunakan api yang sangat kecil. Hanya panasnya bagian luarnya tanpa harus menunggu bagian dalam ikut panas. Lakukan hal yang sama untuk telur, daging merah hingga jamur.

Bayam yang dipanaskan memiliki efek samping yaitu memicu zat karsinogenik penyebab kanker

Bayam yang dipanaskan memiliki efek samping yaitu memicu zat karsinogenik penyebab kanker
img: hellosehat.com

Bayam mengandung zat besi sangat tinggi yang sangat direkomendasikan untuk ibu hamil, menyusui hingga penderita anemia. Selain mengandung zat besi, bayam juga memiliki kandungan vitamin dan serat yang sangat tinggi. Mengolah bayam sangat mudah dilakukan karena tidak menyita banyak waktu. Sayangnya bayam ini tidak mampu bertahan lama.

Sekali memasak, Anda harus segera menghabiskannya atau memicu keluarnya zat karsinogenik. Setelah beberapa jam dimasak, sayur bayam biasanya akan berubah warna menjadi kehitaman. Saat perubahan warna ini, sebaiknya bayam segera dikonsumsi.

Memanaskan sayur bayam akan membuat kandungan nitrat yang tinggi di dalamnya berubah menjadi nitrit. Lalu berubah menjadi nitrosamin yang bersifat karsinogenik dan sangat berbahaya untuk tubuh. Sebaiknya tidak memanaskan dan tidak menyimpan sayur bayam lebih dari 5 jam.

Efek samping Seledri dipanaskan memicu oksidasi. Berisiko menimbulkan keracunan

Efek samping Seledri dipanaskan memicu oksidasi. Berisiko menimbulkan keracunan
hariangadis.com

Tidak hanya dalam sop, seledri juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk mempertajam rasa juga aroma masakan.

Perlu Anda tahu bahwa manfaat seledri tidak hanya untuk bumbu tambahan saja, namun juga memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi. Seledri mengandung vitamin A, C, K, E, B1, B2, B3, B4, B5 dan B6 yang dapat menghambat penuaan dini, melancarkan peredaran darah hingga meningkatkan imun.

Sayangnya saat Anda memanaskan seledri, akan terjadi oksidasi yang sangat berbahaya. Saat seledri dipanaskan, kandungan Fe2+ yang ada berubah menjadi Fe3+ atau Ferri yang sangat berbahaya untuk tubuh. Selain itu kandungan nitrat di dalam seledri juga akan diubah menjadi nitrit dengan karakter karsinogenik seperti pada bayam.

Meski lebih praktis, namun risiko yang menyertai saat Anda memanaskan ulang  makanan lebih besar. Masih mau mengulanginya?

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.