Makan Kurang Lengkap Tanpa Nasi? Ketahui 5 Pengaruh Buruk Ini!

Makan Kurang Lengkap Tanpa Nasi? Ketahui 5 Pengaruh Buruk Ini Saat Berlebihan Menyantapnya

Bagi masyarakat Asia khususnya Indonesia, nasi adalah makanan utama. Tanpa kehadiran nasi di meja makan, mereka menyebutnya tidak makan. Tidak sedikit yang merasa lemas hanya karena tidak makan nasi seharian, padahal cukup banyak makanan selain nasi yang telah mereka konsumsi. Dengan kandungan karbohidrat yang sangat tinggi, nasi memang menjadi sumber energi yang cukup baik untuk tubuh. Sayangnya menyantapnya secara berlebihan justru memberikan 6 pengaruh buruk untuk tubuh yang sama sekali tidak Anda sangka-sangka seperti berikut ini:

  1. Karbohidrat yang tersisa membuat tubuh kegemukan

Nasi merupakan sumber karbohidrat yang sangat baik. Jenis karbohidrat yang ada di dalamnya masih sangat sederhana. Karbohidrat yang sederhana ini akan membuatmu kenyang dengan cepat namun juga mudah sekali lapar. Saat lapar, Anda akan kembali makan nasi dan membuat cadangan gula semakin menumpuk di dalam tubuh. Gula ini didapatkan dari proses perubahan nasi menjadi zat gula yang mudah diserap tubuh untuk menunjang metabolisme. Dalam satu kali makan nasi, gula yang didapat seharusnya habis bersama aktivitas yang Anda lakukan. Namun makan nasi berlebihan, membuat simpanan gula tidak habis untuk beraktivitas. Cadangan gula berubah menjadi lemak yang membuat tubuhmu mengalami kegemukan atau obesitas.

  1. Banyak nasi membuat gula dalam darah tinggi dan kerja pankreas semakin berat

Nasi memiliki peran yang cukup besar dalam metabolisme tubuh. Pasalnya saat Anda makan nasi, tubuh akan mengubahnya menjadi gula. Hasil akhir berupa gula inilah yang akan beredar di dalam darah menuju ke seluruh tubuh untuk menunjang metabolisme. Dalam proses peredaran gula ke seluruh tubuh ini, kinerja pankreas sangat diperlukan untuk menghasilkan hormon insulin. Namun apa yang terjadi saat nasi yang Anda makan terlalu banyak? Maka pankreas akan bekerja dua kali lebih keras menghasilkan insulin untuk memastikan nasi dapat diubah menjadi gula dan diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kerja keras pankreas ini terjadi terus-menerus, maka pankreas akan rusak dan produksi insulin menurun. Diabetes melitus akan mengancam kesehatanmu seumur hidup.

 

  1. Bikin kenyang sampai Anda lupa penuhi vitamin dan serat dalam tubuh

Saat belajar di bangku sekolah dasar dulu, tentu Anda belum lupa tentang makanan empat sehat lima sempurna. Bahwa makan harus memenuhi nutrisi pendukung metabolisme dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral hingga serat. Makan nasi akan membuatmu lupa bahwa ada kebutuhan vitamin, serat dan protein yang harus Anda penuhi. Pasalnya saat makan nasi putih, Anda akan merasa kenyang lebih cepat dengan kadar karbohidratnya yang sangat tinggi. Saat kenyang, Anda akan merasa cukup dan tidak lagi perlu makan sayur dan buah yang menjadi sumber vitamin hingga serat sangat baik untuk tubuh. Anda juga akan lupa bagaimana tubuh juga sangat membutuhkan protein dari bahan makanan lain seperti ikan dan telur.

  1. Glikemiks Indeks yang tinggi, santap nasi berlebihan membuat cepat lapar

Dibandingkan dengan sumber karbohidrat lain seperti kentang, nasi putih memiliki glikemiks indeks yang sangat tinggi. Saat Anda menyantap nasi berlebihan, kadar gula dalam darah akan naik dengan cepat. Anda akan merasa kenyang bersama dengan kadar gula darah yang naik. Namun tahukah Anda saat gula dalam darah naik dengan cepat, penurunannya juga dapat terjadi secepat kilat. Saat kadar gula dalam darah turun dengan cepat, maka Anda akan merasa lemas dan keringat dingin. Banyak orang menganggap reaksi ini sebagai rasa lapar yang membuatnya kembali makan nasi dan menumpuk gula dan membahayakan tubuh. Padahal lemas dan lapar tersebut adalah reaksi wajar saat gula yang tinggi tadi tiba-tiba mengalami penurunan dengan cepat.

  1. Kekenyangan, buat kantuk cepat datang

Banyak makan nasi memang membuat perut kenyang. Namun jangan salah memahami dengan perut kenyang, Anda dapat mempertahankan rasa lapar dalam jangka waktu sangat lama. Saat Anda makan nasi berlebihan, saluran cerna akan bekerja dua kali lebih keras. Membuat konsentrasi aliran darah berpusat pada saluran cerna. Aliran darah menuju otak menjadi berkurang cukup banyak. Saat aliran darah menuju otak berkurang, jumlah oksigen yang dibawa darah menuju otak juga menjadi sangat berkurang. Kantuk datang dengan cepat. Buat Anda yang bekerja kantoran, kantuk yang datang setelah makan nasi berlebihan akan membuat pekerjaan berantakan. Masih juga suka makan nasi berlebihan? Jangan ya, demi kesehatanmu di masa depan.

 

Nah demikian sharing bundamimi.com terkait nasi atau makanan sehari hari kita. semoga bermanfaaat ya 🙂

 

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.