Anda Sedang Hamil Tapi Ingin Mie Instan? Boleh Tidak?

Anda Sedang Hamil Tapi Ingin Mie Instan? Boleh Tidak?

Siapa yang tidak menggemari mie instan? Tentu saja semua orang akan menggemari.

Berbagai kalangan mulai dari anak – anak hingga orang dewasa pun sangat menyukai mie instan karena rasanya yang gurih serta cara pembuatannya pun sangat praktis.

Bahkan berdasarkan hasil survei kesehatan nasional menunjukkan data bahwa mie instan sedikitnya dikonsumsi 1 – 6 kali per minggu oleh 70% orang dewasa di Indonesia.

Wah jumlah yang sangat banyak ternyata. Penikmat mie instan pun selalu meningkat di angka hampir 5% per tahunnya. Cukup signifikan tentunya

. Namun, jika anda sedang hamil dan anda ingin mengonsumsi mie instan apakah berbahaya? Bolehkah ibu hamil makan mie instan? Simak terus artikel ini ya!

1. Kandungan dalam mie instan

ibu hamil makan mie

Seperti yang kita ketahui bahwa kandungan utama mie instan adalah tepung terigu.

Dan berdasarkan pedoman yang telah dirilis oleh WHO menunjukkan bahwa semua produk mie instan telah mengalami proses fortifikasi yakni proses penambahan nutrisi seperti Vitamin A, Vitamin B, zat besi, zinc dan asam folat.

Jika dilihat dari berbagai kandungannya merupakan zat yang baik bagi tubuh.

Namun, jangan lupa bahwa mie instan juga mengandung zat – zat tambahan yang dibatasi penggunaannya seperti zat pengawet, perasa dan pewarna.

Walaupun penggunaan zat tambahan makanan ini sudah dalam kondisi yang dibatasi namun jika konsumsi terus menerus akan menyebabkan penumpukan zat asin tentunya dan itu tentu saja bukan hal yang baik bagi tubuh manusia.

Data hasil penelitian yang dirilis oleh Korea Selatan juga menunjukkan hasil yang mencengangkan bahwa seseorang yang mengonsumsi mie instan sebanyak 2 kali per minggu lebih berisiko terserang sindrom metabolik.

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik merupakan gangguan yang disebabkan oleh kumpulan berbagai gangguan diantaranya peningkatan tekanan darah, penumpukan lemak yang berlebih, penurunan kadar kolesterol baik, peningkatan kadar gula darah dalam tubuh serta peningkatan kadar trigliserida.

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa di dalam mie instan mengandung berbagai kombinasi lemak jenuh, jumlah kalori, gula dan garam dalam jumlah yang tinggi.

Hal inilah yang dapat memicu terjadinya sindrom metabolik.

Baca Juga: 15+ Menu Mpasi 6 Bulan Sederhana dan Sehat Untuk Perkembangan Bayi

2. Pendapat berbagai dokter tentang mie instan bagi ibu hamil

ibu hamil makan mie

Hampir mayoritas dokter kandungan mengungkapkan hal yang sama, bahwa apa yang dikonsumsi oleh Ibu hamil akan berperan terhadap janin yang dikandungnya.

Oleh sebab itu sangat disarankan bagi ibu hamil untuk memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam janin.

Beberapa dokter menyarankan bahwa ibu hamil hanya boleh mengonsumsi mie instan paling banyak satu bulan satu kali walaupun tidak ada sumber literatur yang menyebutkan batasan maksimal konsumsi mie instan namun sebaiknya memang dibatasi atau bahkan dihindari.

3. Kandungan yang dianggap berbahaya dalam mie instan

ibu hamil makan mie instan
img: http://wikipedia.org

Dalam mie instan mengandung kadar garam dan kadar pengawet yang sangat tinggi walaupun masih dalam batas yang wajar.

ibu hamil yang makan mie instan dapat menaikan kadar garam yang terlalu tinggi dan dapat menyebabkan terjadinya hipertensi atau kenaikan tekanan darah pada ibu hamil.

Hipertensi akan menyebabkan pre-eklampsia pada ibu hamil.

Pre-eklampsia merupakan suatu kondisi dimana seorang ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 20 minggu mengalami kenaikan tekanan darah dan peningkatan kadar protein dalam urine.

Ibu hamil yang mengalami pre-eklampsia ringan akan disarankan untuk beristirahat (bed rest) hingga kondisi pulih sedangkan pre-eklampsia yang berat dapat menyebabkan kelahiran prematur karena bayi harus dilahirkan saat itu juga tanpa perlu menunggu usia kehamilan yang cukup.

Kandungan lain yang harus diperhatikan yakni penambahan bahan kimia terbatas seperti zat pengawet dan zat pewarna. Seperti yang telah kita ketahui bahwa konsumsi bahan – bahan pengawet dan pewarna tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh dan akan terus mengendap dalam tubuh. 

Selain itu, waktu cerna mie instan juga dapat dikatakan lebih lama hal ini tentu sangat bermasalah bagi sistem pencernaan seorang ibu hamil. Umumnya sistem pencernaan ibu hamil sering bermasalah diakibatkan oleh hormon kehamilan.

Oleh sebab itu, tidak disarankan mengonsumsi mie instan dalam jumlah yang berlebih karena waktu cerna mie instan yang terbilang cukup lama juga menyebabkan ibu hamil merasa semakin cepat lapar.

Lambatnya proses penyerapan ini dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi bagi tubuh.

Keadaan kurangnya nutrisi dalam tubuh tentu saja akan menyebabkan tubuh merespon dengan memberi sinyal lapar akibat insulin bekerja terlalu keras untuk mengompensasi kekurangan nutrisi tersebut.

Jika insulin  bekerja terlalu keras maka jumlah insulin yang terdapat dalam gula darah pun akan menurun sangat drastis. 

Kondisi inilah yang akan menyebabkan ibu hamil akan terus merasa lapar dan memakan makanan lain yang akhirnya mampu menyebabkan peningkatan berat badan bagi ibu hamil.

Ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan di atas normal dapat berisiko terhadap berbagai jenis penyakit seperti Diabetes gestasional yang dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2.

Selain itu adanya diabetes gestasional dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya operasi caesar terhadap janin. Pre-eklampsia juga dapat terjadi akibat berat badan yang berlebih. Bahkan keguguran pun dapat diakibatkan oleh kenaikan berat badan di atas angka kewajaran terhadap ibu hamil.

Tidak hanya kelainan pada ibu hamil, janin yang dikandung pun berisiko terkena berbagai jenis penyakit akibat ibu hamil mengalami obesitas. Seperti kelainan bawaan pada bayi contohnya cacat pada sistem saraf tulang belakang hingga penyakit jantung bawaan.  

Tips yang dapat anda lakukan jika anda sangat ingin mengonsumsi mie instan

Walaupun ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi mie instan, namun jika anda memang sangat ingin makan mie instan anda dapat melaksanakan beberapa tips berikut:

1, Anda harus membuang air bekas rebusan mie instan.

Karena air bekas rebusan tentunya mengandung zat – zat yang berbahaya seperti zat pengawet dan pewarna. Sebaiknya anda menggantinya dengan air rebusan baru atau air yang berasal dari termos.

2. Mengurangi kandungan garam yang tinggi dalam mie instan

Anda dapat mensiasati dengan hanya memakai sebagian (setengah bungkus) dari bumbu yang terdapat dalam mie instan. Anda juga dapat membuatnya sendiri dengan menumis bawang putih cincang lalu sedikit minyak dan bawang anda campurkan ke dalam mie dan ditambah sedikit kaldu ataupun kaldu perasa jamur.

3. Menambahkan nutrisi dengan tambahan bahan lain

Untuk mencapai keseimbangan nutrisi anda dapat menambahkan berbagai jenis protein seperti seafood, telur dan daging. Selain itu, disarankan untuk menambahkan berbagai jenis sayuran seperti tomat, wortel, brokoli ataupun bayam. Anda juga harus memastikan semuanya dimasak hingga matang. 

Semoga semua saran ini bermanfaat ya, dan tetap perhatikan kondisi janin agar dapat lahir dengan sehat serta prima.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.