3+ Cara yang Bunda harus tahu dalam menyimpan asi yang benar

Tiada makanan yang terbaik bagi bayi selain Asi. Setidaknya dalam usia 6 bulan pertamanya. Namun jika ibu mampu melakukannya maka usia ideal untuk menyapihnya adalah 2 tahun.

Berbagai hal yang membuat ibu terhambat dalam memberikan asi bagi buah hati. Selain faktor kesehatan sang ibu, kondisi asi yang tidak mencukupi dan juga faktor eksternal lainnya. 

Untuk itu penting untuk bunda mengetahui cara menyimpan asi yang benar, dalam hal ini terutama bagi ibu pekerja dimana tetap ingin memberikan makanan terbaik bagi sang bayi namun kebersamaan dengan bayi yang terbatas. Hal tersebut membuat ibu harus melakukan pompa asi dan menyimpan asi dalam lemari pendingin untuk diberikan nantinya saat waktu menyusui bagi bayi tiba.

Tentu saja meski ibu sibuk bekerja namun sebagian besar dari para ibu tidak ingin kehilangan momen berharga dalam tumbuh kembang sang buah hati dengan asupan makananan terbaik berupa asi. Sebelum tubuh bayi mampu menerima asupan makanan lain selain asi seperti biskuit dan bubur, maka pemberian asi eksklusif memang harus dilakukan meski sebagian yang lain mendampinginya dengan susu formula.

Bagi ibu pekerja dianjurkan dapat memahami akan cara menyimpan asi didalam kulkas dengan benar. Karena usaha ibu akan sia-sia memompa asi jika pada akhirnya tidak disimpan dengan benar atau yang lebih fatal dapat membahayakan kesehatan sang bayi.

Saat ini tersedia pompa dengan kualitas baik sehingga hasil asi akan dapat maksimal dan rasa nyeri pada payudara ibu juga akan sangat minim. Tentunya ibu hanya ingin menyajikan yang terbaik buat buah hati dengan asupan asi yang dapat disimpan dalam kulkas. Kualitas asi akan tetap terjaga meski asi akan diberikan nantinya.

Namun tentu saja dengan penanganan yang harus tepat. berikut ini 4 cara menyimpan asi di kulkas yang benar:

Gunakan botol yang steril dan bersih untuk meyimpan asi

pastikan botol susu steril

Anda sebaiknya tidak sampai menggunakan botol plastik yang sembarang namun pastikan yang khusus BPA free. Karena bahan plastik yang bukan free BPA, biasanya akan mengalami proses kimia yang akan membentuk senyawa lain yang membahayakan.

Senyawa tersebut dapat memicu kanker. Makanya penggunaan bahan plastik memang harus benar-benar memilih yang tepat agar terhindar dari pemicu penyakit berbahaya.

Selain botol plastik yang aman anda juga harus perhatikan kesterilan botol tersebut. menggunakan tutup yang rapat serta anti tumpah. Anda juga harus memberi label pada setiap botol asi akan tanggal anda melakukan pompa asi agar diketahui jika memang asi sudah tidak layak atau botol asi mana yang harus digunakan terlebih dahulu.

Anda dapat menyimpan asi di kulkas

tempat menyimpan asi di kulkas

Simpan asi yang telah dipompa ke dalam freezer. Letakkan pada bagian dalam dan bukan di bagian pintu lemari freezer karena dapat berdampak terhadap udara dari luar freezer.

Tentunya ini akan mempengaruhi kualitas asi. Anda juga dianjurkan agar senantiasa mengontrol suhu freezer tetap stabil. Begitu juga saat asi dipompa maka pastikan suhu asi dalam keadaan dingin dan akan tetap dingin hingga saat akan disimpan ke dalam freezer.

Namun jika anda tidak bisa memastikan akan hal ini misalnya sang ibu sedang dalam perjalanan maka sebaiknya lakukan pompa saat sudah berada di tempat yang nyaman. 

Alat pompa asi yang bersih harus anda perhatikan

Kebersihan alat pompa

Selain pastikan jika tangan ibu bersih dengan mencucinya terlebih dahulu menggunakan sabun. Juga jika ibu menggunakan tisu atau kain lap yang terjamin kebersihannya. Namun juga yang harus dijaga adalah penggunaan pompa. Sebelum pompa asi digunakan maka harus dibersihkan dan begitu pula saat setelah digunakan.

Cuci alat pompa asi setelah digunakan dengan sabun dan jika perlu juga dengan air hangat. Setelah itu keringkan sebelum akhirnya disimpan dengan rapi dan tertutup agar tetap bersih dan tidak menyimpan sisa asi yang kemungkinan menempel pada alat pompa. 

Jangan campur, pisahkan dalam menyimpan asi

Pisahkan penyimpanan asi

Jika asi akan anada pisahkan untuk pemakaian beberapa kali, maka penyimpanan harus dipisahkan dan dibagi-bagi ke dalam beberapa botol yang berbeda. Karena menyimpan asi yang akan diberikan secara berkala kepada bayi dan hanya disimpan dalam satu botol tentu tidak baik dan sehat. 

Anda dapat menyimpan asi untuk setiap botol sesuai dengan kesanggupan bayi sekali minum. Agar tidak ada asi yang terbuang percuma, simpanlah asi sekitar 60-120 ml dalam satu botol susu. Jika masih kurang, anda dapat memberikan persediaan asi dari botol lainnya.

Seiring bertambah usia bayi tentu kebutuhan akan asi juga semakin meningkat. anda dapat menyesuaikan dengan kemampuan bayi anda dalam sekali menyusu pada tiap usianya.

Tempat dan waktu penyimpanan asi yang tepat

Asi tidak bisa disimpan di sembarang tempat karena akan menimbulkan munculnya berbagai bakteri yang berbahaya bagi si kecil, anda dapat menyimpan asi dalam suhu ruangan sekitar 25 derajat celcius dalam wadah penampung yang bersih dan steril. 

Tempat dan waktu penyimpanan asi adalah hal penting. Anda dapat menyesuaikannya dengan kapan asi akan diberikan kepada bayi. 

Cara penyimpanan asi juga dapat berbeda sesuai keadaan ibu dan sang bayi, misalnya jika bayi sedang sakit, atau sedang dirawat dirumah sakit, ataupun bayi lahir dalam keadaan prematur memiliki cara penyimpanan asi yang berbeda tergantung kebutuhan. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk meminta saran tentang penyimpanan asi yang baik. Berikut ini beberapa tempat menyimpan asi:

Kulkas tempat yang tepat untuk menyimpan asi 

kulkas untuk menyimpan asi

asi yang disimpan dalam kulkas dapat digunakan dalam kurun waktu antara lima sampai delapan hari. Suhu kulkas untuk penyimpanan asi adalah 4 derajat celcius sampai 10 derajat celcius. Untuk menjaga kualitas asi, ada baiknya segera gunakan asi tidak lebih dari tiga hari sejak asi dipompa.

Anda sedang tidak di rumah? Cooler Box bisa jadi solusi menyimpan asi saat bepergian

cooler box untuk asi

Penyimpanan yang tepat menggunakan cooler box adalah dengan meletakkan banyak es batu kedalam cooler box. Asi yang diletakkan dalam cooler box tidak dapat bertahan lama, hanya beberapa jam saja. tidak dianjurkan memberikan asi yang sudah disimpan setelah satu hari disimpan dalam cooler box.

Suhu Kamar juga harus anda perhatikan dalam menyimpan asi

suhu kamar

Asi yang diletakkan dalam suhu kamar dapat digunakan sampai kurun waktu 4 jam dari waktu asi dipompa. Suhu kamar yang baik untuk asi adalah berkisar 25 derajat celcius.

Kesimpulan dalam menyimpan asi

Asi adalah sumber makanan dan asupan gizi terbaik untuk bayi yang lebih berkhasiat dari susu sapi atau susu hewani lainnya. memberikan buah hati yang terkasih asi yang baik tentu akan menjadikan buah hati anda semakin sehat dan pintar.

Asi juga bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang si kecil agar memiliki imun yang kuat. Anda dapat tambahkan asi juga saat membuat mpasi buah hati anda. Jangan sampai gizi dan vitamin dalam asi hilang hanya karena kita tidak paham betul tentang hal-hal yang salah terkait asi.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan untuk anda, semoga bermanfaat untuk bunda dan si kecil agar dia tumbuh sehat bahagia dengan asi bunda.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.