Ketahui 5 Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI

Mungkin bagi banyak orang menganggap bayi muntah setelah minum asi merupakan hal yang lumrah biasanya muntah ini akan hilang setelah 6 hingga 24 jam tanpa diperlukan adanya perawatan khusus.

Akan tetapi para orang tua akan merasa takut jika bayi mereka muntah dan disertai tangisan karena akan lebih banyak ASI yang dikeluarkan padahal sudah kita ketahui bersama bahwa ASI merupakan sumber makanan yang sangat penting bagi bayi selama 6 bulan pertama hidupnya.

Perlu kita ketahui bersama bahwa setiap makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan diubah menjadi ASI oleh tubuh dan akan diberikan untuk buah hati anda. Untuk itu anda juga perlu mengetahui berbagai jenis makanan yang harus anda hindari agar buah hati anda tidak muntah setelah minum ASI.

Ibu yang mengkonsumsi kafein

Saat ini memang sudah banyak sekali kedai kopi yang menjajakan berbagai jenis kopi sesuai pilihan anda. Namun, ternyata mengkonsumsi bahan makanan ataupun minuman yang mengandung kafein berbahaya untuk hasil ASI yang dibentuk.

Kafein dalam tubuh mampu menyebabkan otot bagian sfinkter esofagus di area bawah lebih longgar sehingga akan terjadi kemungkinan peningkatan kadar asam lambung dalam tubuh yang mampu menyebabkan makanan dapat kembali ke kerongkongan selain itu otot inilah yang berfungsi untuk menahan isi lambung.

Asam lambung yang naik ke kerongkongan ini sering disebut sebagai Gastro-Esophageal Reflux (GERD). Gejala ini merupakan salah satu gejala medis yang cukup berbahaya untuk buah hati anda. Memang gejala GERD dapat muncul kapan saja tapi biasanya gejala ini muncul paling cepat saat buah hati anda menginjak usia 1 bulan kelahiran.

Konsumsi makanan pedas juga berbahaya bagi hasil ASI

Masih sama seperti konsumsi kafein, seorang ibu yang mengkonsumsi makanan pedas juga mampu menyebabkan asam lambung mengalami kenaikan.

Jadi, jika seorang ibu mengkonsumsi makanan pedas maka ASI yang dihasilkan juga dapat menyebabkan kenaikan asam lambung bagi buah hati. Pedas sebenarnya tidak melulu cabai namun penambahan seperti lada juga dapat berpengaruh terhadap kenaikan kadar asam lambung.

Penyebab kenaikan asam lambung karena katup kerongkongan yang seharusnya menutup malah terbuka, padahal katup kerongkongan hanya akan terbuka saat ada makanan ataupun minuman yang masuk.

Saat kadar asam lambung naik dan makanan kembali naik ke kerongkongan maka dapat menyebabkan terjadinya GERD seperti yang terjadi pada konsumsi kafein oleh ibu yang menyusui.

Sering mengkonsumsi jus buah kemasan? Hati – hati

Konsumsi jus buah memang baik untuk tubuh namun jika jus buah yang anda konsumsi merupakan jus buah yang sudah ditambahkan pengawet serta pemanis sebaiknya dihindari saja.

Karena lambung buah hati anda masih cukup sensitif sehingga tidak bisa mencerna bahan makanan yang sudah diolah dan diberikan penambahan baik pengawet, pemanis buatan serta bahan – bahan yang tidak bisa dicerna oleh bayi.

Hati – hati dengan si hijau brokoli

img :bbcgoodfood.com

Padahal kita menganggap bahwa brokoli merupakan sayuran yang bermanfaat untuk tubuh namun siapa sangka ternyata buah hijau kribo ini dapat menyebabkan bayi muntah.

Penjelasan bayi muntah setelah minum ASI karena sayuran hijau ini dapat menyebabkan perut kembung dan jika dikonsumsi bayi maka bayi akan merasa mulas dan mungkin saja memang dapat menyebabkan muntah. 

Tidak semua bayi cocok dengan susu sapi

makanan penambah dan pelancar asi

Banyak sekali orang tua yang sudah memberikan tambahan seperti susu sapi karena berbagai hal. Padahal saat 6 bulan pertama kelahiran bayi maka cukup ASI saja sehingga dinamakan program ASI eksklusif.

Seorang bayi yang mengalami muntah setelah diberikan susu sapi atau susu dari produk hewan lain mungkin saja mengalami lactose intolerant yakni suatu kondisi dimana tubuh sangat sensitif terhadap laktosa pada susu dari hewan.

Laktosa banyak terdapat di susu formula serta apabila seorang ibu mengkonsumsi protein dari susu sapi sebenarnya protein yang masuk ke dalam tubuh cukup kecil dan dapat mengakibatkan bayi mengalami muntah. Sebenarnya kejadian lactose intolerant banyak terjadi pada bayi yang diberikan susu formula bukan ASI. 

Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Muntah Setelah Minum ASI?

Setelah anda sudah cukup tahu tentang penyebabnya maka saatnya anda mengetahui cara mengatasinya. Anda dapat melakukan berbagai cara yang telah dirangkum sebagai berikut:

Anda dapat mempertahan posisi tubuh bayi dalam keadaan tegak lurus setelah makan dapat berlangsung juga selama 30 menit.

Jika anda ingin membaringkan buah hati maka anda harus memastikan bahwa posisinya tidak berada dalam keadaan tengkurap atau tertekan ini sangat berpengaruh agar buah hati anda tidak muntah setelah minum ASI.

Jika bisa, buat buah hati anda bersendawa setelah selesai makan.

Sendawa ini berfungsi untuk mengeluarkan angin yang ada dalam perut buah hati anda. 

Pastikan buah hati anda tetap terhidrasi dengan baik.

Ketika muntah otomatis banyak cairan yang keluar dari tubuh buah hati anda untuk itu anda harus sesegera mungkin mengganti cairan tubuh yang hilang agar buah hati anda tidak mengalami dehidrasi. Atau jika diperlukan anda juga bisa memberikan cairan rehidrasi oral selama beberapa kali dalam satu jam. Yang pasti jangan pernah berikan jus buah ataupun minuman bersoda untuk buah hati anda.

Bantu buah hati anda beristirahat karena kondisi tidur dapat menenangkan buah hati anda.

bayi tidur

Apabila tidur biasanya perut akan mengosongkan isinya ke usus sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan muntah. Serta jangan sekali – kali mencoba memberikan obat anti-mual pada bayi tanpa pengawasan dokter karena cukup membahayakan. 

Bagaimana Cara Membedakan Muntah Yang Normal dan Abnormal

Bayi memang cukup biasa mengalami muntah, namun anda sebagai orang tua harus mampu membedakan mana muntah yang normal ataupun abnormal.

Saat usia bayi masih dalam hitungan minggu akan sangat sering mengalami muntah yang seringkali disebut sebagai gumoh dan biasanya ini terjadi sesaat setelah minum ASI.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa bayi yang mengalami muntah karena sfingter dalam esofagus tidak menutup sempurna dan ASI kembali naik ke kerongkongan.

Singkatnya hal ini disebut sebagai refluks. Selain itu, bayi juga cukup normal mengalami muntah saat menangis ataupun terbatuk. Untuk ibu harus mempersiapkan diri karena bayi akan sering mengalami muntah pada tahun pertamanya.

Selain kondisi normal tentu saja ada kondisi abnormal yang harus diwaspadai, muntah abnormal dapat menjadi tanda adanya keracunan makanan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga, peradangan pada usus buntu, stenosis pilorus hingga meningitis.

Tanda tanda yang terlihat biasanya muntah bayi berwarna hijau kekuningan dan ini dapat menjadi tanda jika terjadi gangguan pada saluran pencernaan, selain itu muntah yang disertai pembengkakan perut juga harus anda waspadai dan perhatikan. 

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.